12:34 PM

:: حاربوه ياعداه ::

terjemahan bebas



perangilah Baginda wahai musuh sesuka hatimu,
kerna jiwa-jiwa kami adalah bentengnya,
dengarilah denyutan nubari kami,
gemanya memenuhi maya pada ini,
jeritkanlah kepada si celaka yang mencercanya,
yang tegar menabrak batasan larangan,
adakah sang kerdil yang hina,
sesekali bisa menewaskan mentari?

binasalah umat yang memusuhinya,
bagaimana mungkin mereka mensia-siakan petunjuknya,
bagaimana tergamak mereka mencaci nista,
insan agung yang memasakkan kemuliaan,

setiap kalbu dan jiwa,
telah diselimuti oleh rahmatnya,
dari tanah gersang kota bakkah,
telah terbias sinar cahayanya,

tanyalah pada tarikh,
bagaimana rupa seruannya,
yang telah menerangi kegelapan alam,

susah payah berpeluh keringat,
dia memulakan langkah,
tiada erti mundur,
tiada istilah henti,

dulunya,
manusia dalam kebingungan,
akhirnya mereka disuluh petunjuknya,
dulunya,
manusia dalam penindasan,
akhirnya mereka dibebaskan dengan tanganya,

dulunya,
setiap jiwa mati terkubur,
akhirnya mereka bernafas dengan seruannya,
qafilah sinar cahayanya,
bergerak seiring rahmat,
meninggalkan kegelapan silam.



0 comments:

Post a Comment